Home agama Baznas Banyuwangi Dukung Pemijat Tunanetra Layani Musyafir di Masjid Ramah Pemudik

Baznas Banyuwangi Dukung Pemijat Tunanetra Layani Musyafir di Masjid Ramah Pemudik

36
0
SHARE
Baznas Banyuwangi Dukung Pemijat Tunanetra Layani Musyafir di Masjid Ramah Pemudik

Banyuwangi:
Semenjak peluncuran 48 Masjid Ramah Pemudik oleh Bupati Banyuwangi, teraphys pijat tunanetra  dampingan Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI) langsung praktek hingga H+7 Lebaran di Masjid Al Huda Bulusan -Kalipuro. 

Program Ramah Pemudik yang didukung Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kemenag Kabupaten Banyuwangi itu di dukung penuh Baznas Banyuwangi soal perlengkapan Masjid dan transportasi pemijat netra. 

Ketua Baznas Kabupaten Banyuwangi, Drs.H.Dwiyanto,M.Pd sembari menikmati pijatan Nurul Imam sampaikan dukungannya itu agar amal Muzakki kian berkah dalam memakmurkan masjid-masjid dan melayani Musyafir yang mau istirahat maupun jalankan kewajiban sholat saat akhir Ramadhan dan Awal Syawal. "Kami juga santuni yatim, janda lansia serta dhuafa yang harus opname di RSUD! " ungkap putra Lamongan yang tugas di Banyuwangi mulai jadi guru Bahasa Jawa di SMP Negeri 2 Rogojampi hingga Plt Kepala Dinas Pendidikan dan purna tugas sebagai Asisten Sekda ini. 

Sedang Ketua YALI Nurhadi Windoyo ungkapkan teraphis siap di masjid Al Huda dibagi 2 ship jam 09.00-  15.00 dan 15.00- 21.00.Per ship ada pemijat laki dan perempuan. Antara lain mereka adalah Mbah Paijo, Mbah Dewo dan Mbak Nur, Atim dan Siti Nurjannah, Yanto dan Betti serta didampingi pengurus bergantian. 

Nurhadi Windoyo sendiri yang tunanetra sejak umur 17 tahun dan bisa pijat juga tapi tak mau jadi teraphya. "Tunanetra tak identik dengan tukang pijat. Buktinya banyak sahabat netra yang jadi dosen atau penyanyi maupun qori hingga ustadz! " tegas mahasiswa hukum Untag 1945 ini. 
Suami Indah Catur Cahyaningtyas yang memberikan 1 anak yang sudah remaja ini tuturkan untuk istri dan keluarga dekat ia tetap mau memijat sebagai ungkapan tasyakur karunia-Nya. Profesi Windoyo yang tahun lalu dapat penghargaan inovasi  dari dinas pendidikan Jatim ini adalah guru komputer Braille SLB Negeri, pemijit electone hingga komputer serta produksi Iklan radio hingga drama radio. 

Media ini saat sholat dhuhur di  Masjid Al Huda Kamis (26/03/26) juga sempat merasakan pijatan Mbah Dewo yang didampingi Istrinya Mbak Nur alumni pelatihan teraphydiMahatmiya Bali di Asrama YKPTI sepekan lalu dapat bantuan tempat tidur hingga perlengkapannya. 
Juga rasakan pijitan jemari Mbah Dewo pemudik asal Jenggawa Jember yang mau nyebrang ke Singaraja Bali. Sedang sales asal Panji Situbondo yang merasa meriang maunya rehat, "Alhamdulillah dapat pijatan gratis hingga mata penyar dan kelenjar salah tidur bablas! " tuturnya. 

Penjual susu etawa telekung asal Padang, Agus Salim, tawarkan dagangannya dengan bonus pijat. Ia lalu berbagi kopi ke teraphys atau tuntun bila mau ke toilet maupun wudhu. 

Sedangkan security Masjid Al Huda yang atur parkir dan jaga suasana ASRI, Sudirman, menganggap teraphys ini saudara bahkan  orangtuanya. "Jadi kami saling membantu dan mendoakan mendukung program pemerintah yang mulia nan berkah ini! " ungkap lelaki asal Sidoarjo ini. (Bung Aguk Wahyu Nuryadi)