Jakarta, 08 Maret 2026 - Fenomena nasab dan khurofat yang melanda masyarakat Indonesia telah menjadi perhatian serius. Peneliti dan Aktivis, Diar Mandala, mengatakan bahwa fenomena ini memiliki potensi untuk memecah belah masyarakat dan merusak aqidah.
"Nasab dan khurofat adalah dua konsep yang sering disalahgunakan untuk kepentingan tertentu," kata Diar Mandala dalam sebuah pernyataan. "Nasab, yang seharusnya menjadi identitas keluarga dan keturunan, seringkali digunakan untuk membedakan dan memisahkan diri dari orang lain."
Diar Mandala menekankan bahwa aqidah dan keimanan bukanlah tentang nasab atau khurofat, tetapi tentang keikhlasan dan ketulusan hati. "Kita perlu bersatu dalam keimanan dan kebersamaan, bukan terpecah belah oleh perbedaan nasab dan khurofat," katanya.
"Kami serahkan semua pada kebijakan pemerintah, kami menunggu ada ketegasan dan perhatian dari pihak berwenang untuk mengatasi fenomena ini," tambah Diar Mandala.
Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi fenomena nasab dan khurofat ini dan menjaga persatuan dan aqidah masyarakat Indonesia.





LEAVE A REPLY