Tokoh Penghayat Spiritual Budaya Nusantara KA Agustinus (Gus Tri) mengunjungi Makam Ki Nantang Yudo di Maospati Magetan. Ada pengalaman spiritual bagi dirinya. Seperti apakah. Berikut ini disampaikan kepada Pemred menaramadinah.com KRT. Husnu Mufid :
Puji Syukur saya haturkan kepada Gusti junjungan semesta alam yg adalah Sang Hyang Wenang sehingga saya senantiasa masih dalam tuntunannya serta limpahan berkahnya. Sehingga dalam jalani lelaku tiada halangan suatu apapun, meski setiap saat cuaca mendung boleh mewarnai langit, baik di bumi Madiun, Magetan maupun Ngawi.
Dalam memasuki area makam yg diimani kaum awam yg sangat keramatpun saya juga telah mendapat panduan Juru Kunci makam yaitu Eyang Sheloo.Dan memang benar bahwa begitu saya memasuki area makam.
Begitu motor saya parkir saya merasakan aura yg sangat kuat di area makam, saya mendapat tiupan alunan angin menyambut saya sehingga benar benar suasana menjadi sejuk dan kekhusukan saya dalam jalani ritual menjadi hidup.
Dan tentunya para danyang dan leluhur yg ada di area makam juga Eyang Ki Nantang Yudo pun bersambut girang..
Saat saat tabur bunga tujuh rupa tertabur, jg aroma kemenyan/dupa begitu mewarnai menjadi hidup saat ritual suasana menjadi hening dan sakral dan saya merasa ada yg mengawasi dari pojok samping pohon besar.
Namun saat saya giliran terakhir untuk jalani tabur bunga di makam yg jauh dari makam Eyang Ki Nantang Yudo saya merasakan aura dan getaran yg ada dilokasi untuk sehingga saya batal jalani tabur bunga. Dan menurut arahan dan petunjuk dari Eyang Sheloo benar bahwa makam yg paling pojok menurut Juru Kunci bahwa semasa hidupnya dia juga bagian prajurit dari Eyang Ki Nantang Yudo namun dia tergolong prajurit yg paling melawan.
Selesai jalani ritual pun saya tidak langsung meninggalkan pasarean namun terlebih dahulu ambil waktu jalani tukar pikiran juga wejangan juga ular ular dari Juru kunci semasa Eyang Ki Nantang Yudo masih hidup yg mesti di sinergikan kepada segenap pengunjung yg sedang jalani kunjungan ke pesarean Eyang Ki Nantang Yudo.
Adanya semangat pengabdian semangat perjuangan demi warga /rakyat mataram saat itu dengan totalitas sampai pengorbananya serta keteladanannya untuk memiliki semangat kesederhanaan dalam jalani hidup.
Banyak hal yg boleh saya petik dari Eyang Ki Nantang Yudo saat kunjungan dengan falsafah falsafahnya serta kelebihannya. Meskipun hidup dalam keserdahanaan adalah yg telah menusuk hati yg terdalam.





LEAVE A REPLY