Sidoarjo-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melaksanakan program inovasi pembelajaran kosakata bahasa Inggris di salah satu Madrasah ibtidaiyah yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo.
Program yang ditujukan bagi 30 siswa kelas 5 ini dipimpin oleh Mujad Didien Afandi, S.S., M.Pd. dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNUSA.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pembelajaran bahasa Inggris sebagai muatan lokal yang sebelumnya masih bersifat konvensional. Selama ini, proses belajar mengajar di sekolah tersebut cenderung bertumpu pada metode ceramah, hafalan, dan drilling tanpa didukung media visual yang interaktif serta kerja sama yang optimal antar-siswa.
Program PKM 2026 ini merupakan bentuk hilirisasi dari riset tim peneliti pada tahun 2025 mengenai persepsi siswa terhadap integrasi flashcards dalam teknik Jigsaw. Pendekatan inovatif ini menggabungkan keunggulan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media visual berupa flashcards tebal berlaminasi berukuran 10×15 cm yang dilengkapi gambar dan kata menarik. Pembelajaran berfokus pada empat tema kosakata utama, yaitu family, animals, foods and drinks, serta home appliances.
Melalui alur Jigsaw, siswa terlebih dahulu mempelajari subtopik di kelompok ahli menggunakan flashcards, lalu kembali ke kelompok asal untuk membagikan dan mengajarkan kosakata tersebut kepada teman-temannya (peer teaching).
Berdasarkan data observasi lapangan terhadap 30 siswa, penerapan metode ini mencatatkan hasil yang sangat positif. Keterlibatan dan antusiasme siswa meraih skor total 1.027 dari skor maksimum 1.200, atau setara dengan 85,58% dari skor maksimal dengan rata-rata 3,42 pada skala 1–4.
Tingkat perhatian siswa terhadap flashcards menjadi indikator paling menonjol, di mana 83,3% siswa dinilai berada pada kategori sangat terlihat (very evident) dan 16,7% pada kategori terlihat (evident).
Tampilan gambar visual yang menarik terbukti efektif menarik perhatian serta membantu siswa mengasosiasikan gambar dengan makna kata bahasa Inggris secara lebih konkret.
Selain peningkatan perhatian visual, aspek antusiasme, partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, upaya pelafalan, serta kepercayaan diri siswa juga menunjukkan capaian yang kuat, dengan 66,7% siswa tergolong sangat terlihat.
Interaksi kooperatif antar-siswa terbangun aktif saat mereka saling bertanya, mendiskusikan arti kata dalam bahasa Indonesia, dan mendengarkan penjelasan teman satu kelompok.
Meski demikian, hasil evaluasi dan wawancara semi-terstruktur terhadap delapan siswa juga mengidentifikasi beberapa ruang yang memerlukan pendampingan lebih lanjut (scaffolding). Pada indikator penggunaan kosakata dalam kalimat sederhana serta kegiatan menjelaskan kosakata kepada teman di kelompok asal, mayoritas siswa (66,7%) berada pada tingkat terlihat dan 33,3% kurang terlihat. Wawancara mengungkapkan bahwa beberapa siswa masih merasa gugup, malu, atau ragu-ragu ketika mempraktikkan pelafalan kata baru serta menyusun kalimat secara mandiri tanpa contoh langsung. Temuan ini menegaskan bahwa peran guru sebagai fasilitator tetap memegang kendali penting untuk memberikan model pelafalan dan contoh struktur kalimat sederhana seperti "This is a..." atau "I like...".
Implementasi teknik Jigsaw yang terintegrasi dengan flashcards tersebut terbukti mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Kombinasi media visual dan kerja kelompok terstruktur ini berhasil meningkatkan perhatian, antusiasme, serta interaksi belajar siswa secara signifikan dalam memahami kosakata bahasa Inggris.
Sebagai langkah keberlanjutan, tim PKM UNUSA merekomendasikan agar pihak sekolah dan guru mitra terus memanfaatkan flashcards serta metode Jigsaw secara berkala. Untuk mengoptimalkan kemandirian siswa dalam produksi bahasa, pembelajaran ke depan disarankan memperbanyak durasi latihan pelafalan di kelompok ahli, memberikan panduan pola kalimat sederhana, serta menerapkan pembagian peran kelompok yang lebih tertata agar partisipasi setiap siswa semakin merata. Husnu Mufid





LEAVE A REPLY