By : Jacob Ereste :
Ayatollah adalah gelar yang diberikan kepada seorang ulama atau Mullah di Iran karena memiliki pengetahuan dan kemampuan yang luas dalam bidang agama, khususnya dalam Mazhab Syia'ah. Mazhab sendiri dalam pengertian umum merukuk pada suatu aliran atau pendekatan dalam memahami dan menginterpretasikan ajaran atau tuntunan agama. Dalam Islam ada 4 Mazhab, yaitu Mazhab Hanafi yang dikenal dengan pendekatan rasional. Mazhab Maliki dikenal dengan pendekatan konservatif dan berorientasi pada tradisi. Sedangkan Nazhab Syafi'i dikenal lebih moderat dan komprehensif. Berikutnya adalah Mazhab Hambali yang lebih dikenal dengan pendekatan konservatif dan literal. Dari keempat Mazhab tersebut, cukup dominan umat Islam yang tidak terlalu fanatis untuk mengikuti Mazhab tertentu tersebut. Karena tidak sedikit yang mengikuti tuntunannya yang terbaik, tanpa terikat oleh satu Mazhab tertentu saja. Itulah sebabnya Mazhab bagi Umat Islam dipercaya sebagai cara pendekatan pada ajaran dan tuntunan agama yang tidak perlu dipersoalkan.
Jadi Mazhab apapun dapat dipahami sebagai jalan atau pendekatan untuk memahami dan mengamalkan ajaran dan tuntunan agama. Kecuali itu, sebagai gagasan pokok, Mazhab bagi Umat Islam pun dapat dimengerti sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah hukum yang berlaku dalam agama. Lebih dari itu, Mazhab dapat diterima sebagai suatu metode yang dibentuk melalui pemikiran dan penelitian yang.jelas dan terang batasan-batasannya yang berkeadilan bagi penganutnya. Karena itu, tidak mustahil jalan terbaik yang dituntun oleh salah satu Mazhab ini dapat dijadikan tuntunan bagi umat non Muslim untuk memperoleh jalan terbaik mengatasi masalah dalam hidup dan kehidupan yang serba kompleks.
Syi'ah sebagai Mazhab tersendiri, memiliki sejumlah sub-mazhab, seperti Nazgab Ja'fariyah, Mazhab Zaidiyah, Mazhab Ismailiyah dan Mazhab Azaar. Namun yang unik dalam Madzhab Syi'ah memiliki sosok Imamah, yaitu seorang penerus Nabi Muhammad yang memiliki otoritas spiritual. Dan tafsir batini, yaitu suatu tafsir yang mencari makna pada kedalaman bathin selain makna Zahir. Adapun yang dimaksud dari makna Zahir itu adalah makna literal yang langsung dan jelas merujuk pada teks Al Qur'an atau hadist.
Dalam keyakinan Mazhab Syi'an, makna Zahir sering dibedakan dengan makna bathin, yaitu makna yang tersembunyi di dalam teks ayat Suci Al Qur'an. Sebagai contoh, dalam Surat Al Fatihah (1:1) "Alhamdulillah" memiliki makna Zahir, yaitu "Segala puji bagi Allah". Sedangkan makna bathin dari ayat yang sama dapat dipahami sebagai "Puji yang sebenarnya hanya milik Allah" Atau, "Puji yang mendalam dan menyeluruh bagi Allah".
Yang terpenting dari uraian tulisan ini ialah untuk mempermudah generasi muda memasuki wilayah spiritual yang sangat diperlukan untuk membentengi diri dengan etika, moral yang terbingkai dalam akhlak mulia sebagai manusia yang telah menerima karunia langsung dari Allah dalam bentuk kesempurnaan dari semua makhluk ciptaan-Nya. Sehingga kedekatan diri dengan Yang Maha Pencipta juga Yang Maha Kuasa, dapat menjatuhkan diri dari berbagai bentuk kemaksiatan dan kejahatan yang tidak disukai juga oleh Tuhan. Jadi begitulah keperluan kita mebahani berafam Mazhab untuk memperlancar jalan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Banten, 26 Maret 2026





LEAVE A REPLY