Home agama Menhaj Pastikan Layanan Akomodasi dan Konsumsi Haji 2026 Siap, Fokus pada Inklusivitas.

Menhaj Pastikan Layanan Akomodasi dan Konsumsi Haji 2026 Siap, Fokus pada Inklusivitas.

71
0
SHARE
Menhaj Pastikan Layanan Akomodasi dan Konsumsi Haji 2026 Siap, Fokus pada Inklusivitas.

BLITAR – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Irfan Yusuf (Gus Irfan) memastikan seluruh aspek layanan untuk jemaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah siap, mulai dari akomodasi di Mekkah dan Madinah hingga layanan konsumsi. 

Penegasan ini disampaikan saat ia meninjau kegiatan di Masjid Ar Rahman Kota Blitar dan menghadiri Manasik Haji Kabupaten Nganjuk pada Jumat (27/3/2026). 

Pada penyelenggaraan tahun ini, pemerintah mengusung tagline ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’ sebagai bentuk komitmen menyediakan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh tamu Allah.
 
Gus Irfan menyatakan bahwa persiapan operasional haji tahun ini telah mencapai hampir 100 persen. Semua infrastruktur dan fasilitas pendukung, termasuk transportasi dan perlengkapan jemaah, telah dipersiapkan dengan matang.
 
“Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah (pilgrim-centered services), sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air,” ujarn Gus Irfan. 
 
Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan komitmen negara berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Penyelenggaraan haji diarahkan pada tiga pilar utama Tri Sukses Haji, yaitu sukses ritual melalui peningkatan pemahaman manasik dan kesiapan fisik; sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat dan dukungan UMKM; serta sukses peradaban dan keadaban melalui pembinaan karakter dan nilai keislaman.
 
Untuk meningkatkan kualitas layanan, sejumlah program strategis tengah diperkuat. Antara lain, penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas, penataan kuota berbasis waiting list untuk menjamin keadilan masa tunggu, ekspor produk Indonesia untuk mendukung kebutuhan jemaah di Arab Saudi, serta pengembangan Kampung Haji sebagai pusat layanan terintegrasi.
 
Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan menekankan pentingnya manasik sebagai bekal utama bagi jemaah. Menurutnya, kesempatan menunaikan ibadah haji adalah panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.
 
“Bapak dan Ibu adalah tamu Allah yang terpilih. Manasik ini menjadi kunci agar ibadah dapat dilaksanakan dengan baik, disiplin, dan penuh kebersamaan,” ungkapnya.
 
Komitmen pada layanan inklusif menjadi fokus utama tahun ini. Melalui tagline ‘Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan’, Kementerian memastikan setiap kelompok jemaah mendapatkan perhatian khusus agar ibadah berjalan dengan aman dan bermartabat.
 
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk mitra kerja di Arab Saudi, untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian layanan. Hal ini mencakup persiapan distribusi kartu Nusuk yang akan digunakan oleh jemaah selama berada di Tanah Suci.
 
Pada kegiatan Manasik Haji Kabupaten Nganjuk yang digelar di Pendopo KRT. Sosrokoesoemo, Gus Irfan didampingi oleh unsur pemerintah daerah, Forkopimda, dan pemangku kepentingan lintas sektor, bersama ratusan calon jemaah. Di sana, ia kembali menegaskan bahwa penyelenggaraan haji saat ini lebih fokus, profesional, dan menyeluruh.
 
“Negara hadir memastikan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan bermartabat,” tegasnya.
 
Sebagai bukti kesiapan layanan konsumsi, proses pengemasan makanan siap saji untuk jemaah Indonesia telah berjalan di dapur Raghaeb, daerah Shauqiah, Makkah, sebagaimana terlihat dalam dokumen resmi Kemenag.
 
Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang menjadi impian umat Muslim di seluruh dunia. Kesiapan layanan yang matang dan fokus pada kebutuhan jemaah bukan hanya bentuk tanggung jawab negara, tetapi juga wujud penghormatan terhadap panggilan istimewa tersebut. 

Dengan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman, diharapkan setiap jemaah dapat fokus menjalankan ibadah sesuai syariat, memperoleh keberkahan, serta membawa pulang nilai-nilai positif untuk diri sendiri dan masyarakat. Semoga situasi di Tanah Suci tetap kondusif sehingga penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh tamu Allah.*Imam Kusnin Ahmad*