Home Politik Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan: Lima Kandidat Muncul, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim. Oleh : Ima

Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan: Lima Kandidat Muncul, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim. Oleh : Ima

35
0
SHARE
Muscab PKB Blitar Penuh Kejutan: Lima Kandidat Muncul, Nasa Barcelona Tantang Gus Tamim.  Oleh : Ima

 

 

Oleh : Imam Kusnin Ahmad. Wartawan Senior Jawa Timur. Tinggal di Blitar.

 

MUSYAWARAH CABANG (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar yang berlangsung tertutup pada Sabtu (28/3/2026) menghasilkan lima calon Ketua DPC periode 2026-2031, dengan persaingan mencolok antara Ahmad Tamim (Gus Tamim) dan Nasa Barcelona Marheinis menjadi sorotan utama. 

 

Mantan Bupati Blitar sekaligus Ketua DPC saat ini Rini Syarifah (Mak Rini) dan Ketua Fatayat NU Kabupaten Blitar Ufik Rohmatul Fitria justru tidak muncul dalam daftar calon, menjadi salah satu kejutan dalam dinamika pemilihan kepemimpinan partai di daerah ini.

 

*Lima Calon Kandidat Dinyatakan, Komposisi yang Beragam*

 

Kelima calon yang disepakati dalam Muscab adalah Ahmad Tamim (Gus Tamim), Lutfi Azis, Moh Rifai, Nur Fathoni, dan Nasa Barcelona Marheinis. Gus Tamim merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, sementara yang lainnya menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Blitar – menunjukkan kombinasi cakupan kerja yang berbeda dan potensi jaringan yang luas, dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai lingkup kerja.

 

Nasa Barcelona tidak dapat hadir dalam acara Muscab karena kondisi kesehatan, namun ayahnya Marheinis Urip Widodo turut hadir untuk mewakili dan menunjukkan dukungan. 

 

Sebelum bergabung dengan PKB, Nasa pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, menjadikannya figur dengan pengalaman kepemimpinan partai yang sudah terbukti dan kemampuan fleksibel untuk beradaptasi dengan kultur organisasi yang berbeda serta memahami dinamika politik lokal dari berbagai perspektif. 

 

Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan bahwa kelima nama tersebut merupakan calon sementara yang akan menjalani proses seleksi lebih lanjut sesuai dengan mekanisme partai yang dirancang agar dapat menampung beragam potensi.

 

*Fleksibilitas Jadi Landasan Proses Seleksi hingga Pelantikan*

 

Setelah Muscab, para calon akan mengikuti dua tahap fit and proper test yang menjadi penentu akhir siapa yang akan menjabat sebagai Ketua DPC. Tahap pertama adalah tes kapasitas akademik, sedangkan tahap kedua adalah wawancara langsung dengan tim dari DPP PKB. 

 

Proses ini dirancang dengan fleksibilitas tinggi – tidak hanya mengukur kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah, mengambil keputusan yang tepat sesuai kondisi, serta menyelaraskan tujuan partai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

 

Menurut Cucun, DPP memiliki indikator khusus yang tidak dibuka untuk publik, terkait track record dan proses kaderisasi calon bersangkutan, yang dikombinasikan dengan hasil tes akademik. Indikator tersebut juga disesuaikan secara fleksibel dengan kondisi dan kebutuhan khusus daerah Blitar, sehingga tidak bersifat kaku atau menyamaratakan. Proses tes diperkirakan akan dimulai pada awal Mei 2026 setelah Muscab di seluruh DPC PKB Jawa Timur selesai, dengan jadwal yang bisa disesuaikan jika diperlukan sesuai dengan kesiapan masing-masing calon dan situasi lapangan. 

 

Pelantikan ketua DPC se-Indonesia, termasuk pengurus terkait seperti sekretaris dan bendahara, akan dilakukan secara serentak pada tanggal 23 Juli 2026 – meskipun mekanisme pelantikan lokal bisa disesuaikan secara fleksibel untuk mengakomodasi tradisi dan kondisi khusus di Blitar.

 

Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menambahkan bahwa mekanisme Muscab dengan musyawarah mufakat merupakan yang kedua kalinya diterapkan, setelah sebelumnya digunakan dalam proses Muswil dan juga pada saat pemilihan Mak Rini sebagai Ketua DPC sebelumnya. 

 

"Ini mekanisme demokrasi yang bagi PKB memilih dengan musyawarah mufakat, namun tetap fleksibel untuk menerima masukan dari berbagai pihak, mengakomodasi potensi terbaik yang ada, dan menyesuaikan langkah dengan dinamika politik yang terus berkembang," ujarnya.

 

 *Fleksibilitas yang Diurai dan Dibarkan ke Seluruh Aspek Kepemimpinan*

 

Muscab 2026 menjadi momentum strategis bagi PKB Blitar mengingat kekalahan telak dalam Pilkada 2024. Pada saat itu, PKB yang mengusung Mak Rini beserta koalisi besar justru dikalahkan oleh pasangan Rijanto-Beky Herdihansah dari koalisi PDIP, PAN, dan Nasdem. 

 

Kekalahan tersebut dianggap sebagai pembelajaran penting yang mendorong partai untuk menjadikan fleksibilitas sebagai salah satu pijakan utama dalam menghadapi dinamika politik yang terus berubah.

 

Fleksibilitas yang diharapkan tidak hanya sebatas kata, melainkan diurai dan dibarkan ke seluruh aspek kepemimpinan. Pertama, fleksibilitas dalam merumuskan strategi – mampu menebus kekalahan dan meningkatkan jumlah kursi di legislatif pada Pemilu 2029, sekaligus siap menyesuaikan taktik sesuai dengan perkembangan situasi politik dan sosial di lapangan. 

 

Kedua, fleksibilitas dalam membaca perubahan – mampu mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terutama di era digital yang mengharuskan kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan tren baru.

 

Ketiga, fleksibilitas dalam pengelolaan organisasi – mampu mengonsolidasikan kader dari tingkat akar rumput dengan cara yang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah, sekaligus berkomunikasi lintas sektoral dengan efektif baik dengan pihak pemerintah, masyarakat sipil, maupun elemen lainnya. 

 

Keempat, fleksibilitas dalam pendekatan masyarakat – mampu beradaptasi dengan berbagai latar belakang sosial dan budaya yang ada di Blitar, yang memiliki komposisi masyarakat yang beragam. 

 

Hal ini sangat relevan mengingat akan muncul sekitar 900 ribu hingga 1 juta pemilih gen Z pada Pemilu 2029, yang mengharapkan gaya kepemimpinan yang tidak kaku, mampu mendengar aspirasi mereka, dan bisa berinteraksi dengan cara yang lebih dekat dan santai.

 

Fleksibilitas juga berarti mampu menjaga konsistensi terhadap nilai-nilai dasar partai sekaligus terbuka terhadap inovasi dan perubahan yang positif. Ini menjadi kunci untuk menjembatani antara tradisi dan kemajuan, sehingga partai tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan Kabupaten Blitar.

 

*Motivasi*

 

Proses Muscab PKB Blitar tahun 2026 memang penuh kejutan, mulai dari tidak munculnya nama-nama yang disebut-sebut sejak awal hingga munculnya persaingan antara Gus Tamim dan Nasa Barcelona yang memiliki latar belakang berbeda namun sama-sama menunjukkan potensi kepemimpinan yang fleksibel. 

 

Semua ini menunjukkan bahwa PKB Blitar sedang dalam proses mencari arah baru untuk bangkit dari kegagalan masa lalu, dengan sikap terbuka dan fleksibel terhadap berbagai kemungkinan. 

 

Dengan mekanisme musyawarah mufakat yang diterapkan dan seleksi yang mengedepankan fleksibilitas sebagai salah satu kriteria utama, diharapkan akan terpilih seorang kepemimpin yang mampu membawa PKB Blitar menjadi lebih baik, siap menghadapi tantangan politik mendatang, dan mampu beradaptasi dengan kondisi yang terus berkembang sesuai dengan harapan masyarakat serta kader partai.*Wallahu A'lam Bisshawab*