Surabaya – Upaya meningkatkan kualitas pemahaman pendidik terhadap perkembangan anak usia dini terus dilakukan melalui kegiatan edukatif yang bermakna. Salah satunya melalui kegiatan Sharing Session bertema perkembangan anak usia dini yang dilaksanakan pada 27 Maret 2026 pukul 09.00–10.30 WIB di Aula Graha Bunda PAUD.
Kegiatan ini menghadirkan Fatmawati, S.Th.I., S.Pd., mahasiswa S2 Pendidikan Dasar, sebagai narasumber utama, dengan peserta dari pendidik PAUD Negeri Bung Karno serta satu tenaga operator sekolah.
Dalam pemaparannya, Fatmawati menegaskan bahwa perkembangan fisik motorik pada masa kanak-kanak bukan sekadar aktivitas gerak, melainkan fondasi utama bagi perkembangan kognitif, sosial-emosional, serta kesiapan belajar anak di masa depan. Ia menjelaskan bahwa perkembangan motorik terbagi menjadi dua aspek utama, yaitu motorik kasar seperti berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan, serta motorik halus yang berkaitan dengan aktivitas seperti menulis, menggambar, dan manipulasi objek.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa stimulasi motorik yang optimal memiliki peran penting dalam meningkatkan koordinasi tubuh, integrasi sistem saraf, serta fungsi eksekutif anak. Bahkan, stimulasi yang tepat juga berkontribusi terhadap kesiapan literasi dan numerasi sejak dini. Pada masa golden age, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang tepat, seperti berbasis bermain (play-based learning), aktivitas eksploratif, serta lingkungan belajar yang kaya akan gerak dan interaksi.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta. Bunda Ima Budi Nuryani, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan praktik pembelajaran di PAUD serta membuka wawasan baru dalam memahami pentingnya motorik sebagai fondasi perkembangan anak secara menyeluruh. Sementara itu, Bunda Yana mengapresiasi penyampaian materi yang sistematis dan aplikatif, serta memberikan inspirasi bagi guru untuk lebih kreatif dalam merancang permainan edukatif dan mengoptimalkan lingkungan belajar.
Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan semakin memahami bahwa gerak merupakan bagian penting dalam proses belajar anak. Gerak bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana anak untuk berpikir, berinteraksi, dan memahami dunia di sekitarnya.
Sebagai penutup, kegiatan ini menegaskan bahwa investasi terbaik dalam pendidikan anak usia dini dimulai dari fondasi dasar perkembangan, salah satunya melalui stimulasi gerak yang tepat. Anak yang aktif bergerak hari ini adalah anak yang siap menghadapi tantangan masa depan.





LEAVE A REPLY