Aktivis sosial, Diar Mandala, membongkar propaganda kolonial Belanda yang bertujuan melemahkan ulama Nusantara melalui klaim-klaim Baalwi. Berikut ini pendapatnya:
Katanya, "Klaim Baalwi sebagai keturunan Nabi Muhammad adalah tidak benar dan bertentangan dengan sejarah." Propaganda ini, lanjutnya, bertujuan menciptakan kesan bahwa Baalwi lebih unggul daripada ulama Nusantara, sehingga masyarakat Nusantara kehilangan kepercayaan kepada ulama mereka sendiri.
Lanjutnya, informasi ini diperoleh dari Gus Aziz Jazuli, santri Tarim, melalui webinar, pengajian rutin, dan diskusi. "Gus Aziz Jazuli telah melakukan kajian mendalam tentang sejarah dan doktrin Baalwi," katanya.
Ia juga sering berdiskusi dengan KH Yusuf Almubarok, Pengasuh Ponpes TQN Cinangka Serang, dan seorang dosen pakar hukum yang juga Dekan Hukum di salah satu perguruan tinggi di Banten.
Sementara itu, beberapa sumber menyebutkan Habib Usman bin Yahya, tokoh Baalwi, bekerja sama dengan kolonial Belanda untuk melemahkan perlawanan rakyat Indonesia dan ulama Nusantara. "Habib Usman bin Yahya mengeluarkan fatwa-fatwa yang merugikan perjuangan kemerdekaan Indonesia dan melemahkan ulama Nusantara," demikian menurut sumber tersebut.
Diar menyerukan masyarakat Indonesia memahami sejarah dengan benar dan tidak terpengaruh propaganda kolonial Belanda. "Kita harus melindungi ulama Nusantara dan menjaga kebenaran sejarah," katanya.
"Masyarakat perlu kritis dan teliti dalam menerima informasi, terutama jika berasal dari tokoh agama atau ulama, dan pastikan untuk memverifikasi kebenarannya melalui sumber yang terpercaya," tambahnya.
Harapnya, masyarakat Indonesia dapat memahami kebenaran sejarah dan tidak terpengaruh propaganda yang tidak benar.





LEAVE A REPLY